Monday, July 22, 2013

Psikologi



Pengertian Psikologi

Istilah psikologi berasal dari bahasa Yunani psyche yang berarti jiwa, dan logas yang berarti ilmu. Jadi secara harfiah, psikologi berarti ilmu jiwa atau ilmu yang mempelajari tentang gejala-gejala kejiwaan.
Munculnya perbedaan-perbedaan pandangan tentang objek material dari psikologi ini menyebabkan timbulnya macam-macam usaha merumuskan psikologi dari latar belakang keilmiahanya masing-masing. Keseragaman lain dari usaha merumuskan psikologi ini ialah bahwa perkataan tingkah laku tidak membatasi diri hanya pada manusia saja, melainkan juga meliputi tingkah laku hewan dan organisme hidup lainya.
Psikologi yang mempelajari tingkah laku hewan dikenal dengan nama Animal Psychology (Psikologi Hewan), atau juga dikenal dengan istilah Experimental Psychology (Psikologi Eksperimen) karena objek material yang berupa hewan ini umumnya dipelajari dalam rangka eksperimen-eksperimen untuk mengetahui tingkah laku dasarnya.
Jadi psikologi bukan hanya tentang Human Behaviour tetapi juga menyangkut Living Organism.
Adapun tujuan mempelajari psikologi adalah usaha untuk mengenal manusia, mengenal berarti dapat memahami, yaitu kita dapat menguraikan dan menggambakan tingkah laku dan kepribaian manusia beserta aspek-aspeknya. Psikologi sekarang menyelidiki manusia dalam hidupnya sehari-hari, diberbagai lapangan tempat ia hidup, bekerja, belajar, berelasi dengan manusia lain, dengan benda-benda, denganalamnya. Sehingga Psikologi menjadi The study of interpersonal relations.
Objek Psikologi ialah: tingkah laku dan penghayatan manusia dalam hubunganya dengan situasinya. Kompleksnya relasi antar manusia dalam struktur dalam struktur masyarakat modern dewasa ini menyebabkan bahwa masalah yang dihadapi psikologi juga sangat kompleks, maka psikologi menuju ke arah spesialisasi, tetapi tetap berpangkal pada tingkah laku dan penghayatan manusia dalam relasinya dengan situasinya.




Pembagian Psikologi

A.    Yarkes, telah menyusun bagan yang memberikan gambaran tentang cabang-cabang Psikologi.

-          NORMAL – ORANG DWS – MANUSIA – INDIVIDU – MURNI
Psikologi
-          ABNORMAL – ANAK – H E W A N – KELOMPOK – TERAPAN
 (Perkembangan)   (perbandingan)    (Sosial)     (Mis Psikologi
.                                                                                 pendidikan)
            Keterangan:
-          Susunan atas bawah mewujudkan sifat yang berlawanan
-          Susunan yang berdampingan atau yang dihubungkan dengan garis silang berarti dapat dipelajari bersama-sama.

B.     Titchener memberikan pembagian Psikologi sebagai berikut:
1.      Psikologi hidup kejiwaan yang normal:
a.       Psikologi Individu
1.      Psikologi Manusia
a.       Psikologi Umum: tentang manusia berbudaya yang normal.
b.      Psikologi Khusus: psikologi anak, dan lain sebagainya.
c.       Psikologi Diferensial: tentang perbedaan individual.
d.      Psikologi Genetis: tentang perkembangan psikis sepanjang hidup manusia.
2.      Psikologi Hewan
3.      Psikologi Perbandingan
b.      Psikologi Kolektif
1. Psikologi Bangsa-bangsa: tentang hidup suatu bangsa yang nampak pada bangsa, dongeng-dongeng, hukum adat, kebiasaan dan tradisi.
2.   Psikologi Etnologis: psikologi diferensial berbagai bangsa.
3.   Psikologi Kelas: psikologi diferensial berbagai suku, kelas/kelompok masyarakat dan sebagainya.
2.      Psikologi hidup kejiwaan yang abnormal
Metode penelitian Psikologi
Manusia dalam relasinya antar manusia dan dengan alam sekitarnya dapat dikenal secara langsung ataupun tidak langsung hanya oleh diri sendiri, dan secara tidak langsung oleh orang lain melalui pergaulan yang langsung atau dengan perantaraan orang lain. Sejalan dengan pandangan diatas, penelitian dapat dilaukuan:
a.       Di dalam diri manusia = hanya dapat diselami oleh manusia itu sendiri: introspeksi, retrospeksi.
b.      Di luar diri manusia = dapat diselami oleh orang lain yang ada hubunganya secara langsung: ekstrospeksi, diskripsi, eksperimen, observasi.
c.       Di luar subjeknya = dapat diselami oleh orang lain melalui hubungan dengan perantaraan orang lain atau melalui tulisan, angket, biografi, buku harian, karangan-karangan,dan alin sebagainya.



Ruang Lingkup Bagian-bagian dalam Psikologi
         
Psikologi memiliki cabang-cabang atau bagian-bagaian antara lain:
1.      Psikologi Pendidikan
Psikologi pendidikan adalah psikologi yang diterapkan dalam bidang pendidikan, dan pendidikan merupakan aktivitas pertama yang menerapkan psikologi secara sistematis. Sebagai contoh: “pengembangan individu melalui pendidikan”, “pengukuran pendidikan”, “pendidikan kepribadian”, “pendidikan orang dewasa”, dll.
Psikologi pendidikan akan membicarakan semua pendidikan psikologi di dalam praktek pendidikan, ini karena persoalan psikologis yang bersangkutan dengan pendidikan sangat luas sekali yang didasari oleh pandangan bahwa pada hakikatnya pendidikan itu berlangsung sepanjang hidup (Life long education).
Pendidikan berusaha menjadi kajian tentang faktor-faktor psikologis yang berperan dalam proses pendidikan itu.
Adapun soal-soal psikologis yang berperan dalam pendidikan biasanya dijelaskan hal-hal sebagai berikut:
1. Sifat-sifat umum dari aktivitas manusia.
     Hukum-hukum psikologis yang mendasari aktifitas  anak didik yang beraktivitas seperti yang dilakukan oleh manusia lain pada umumnya, seperti memperhatikan, mengerti, mengingat, berhayal, berfikir dll, adalah hukum-hukum psikologis yang bersifat umum.
2. Sifat-sifat individual yang has yang berada pada kepribadian.
     Kepribadian anak didik itu berlainan satu sama lain, dan demi suksesnya dunia pendidikan hal ini harus dikenal oleh pendidik.
3. Sifat-sifat individual yang has yang berada pada inteligensi.
Perbedaan dalam inteligensi mengakibatkan adanya perbedaan antara individu yang satu dengan individu yang lainya.
4. Sifat-sifat individual yang has yang berada pada bakat.
Diantara individu yang satu dengan yang lain terdapat perbedan dalam bakat. Bahkan anak didik akan lebih berhasil belajar kalau mereka belajar dalam lapangan yang sesuai dengan bakat mereka. Maka adalah suatu hal yang ideal bila kita memberikan pendidikan yang sesuai dengan bakat para anak didik.
5. Perkembangan.
     Yaitu perubahan individu kearah kemajuan. Supaya pedidik dapat bertindak sesuai dengan keadaan psikologis anak didiknya, perlu diketahui bagaimana perkembangan itu terjadi, faktor-faktor yang mempengaruhi dan bagaimana sifat individu pada masa perkembangan tertentu, dan sebagainya.
6. Perubahan-perubahan pada individu yang terjai karena belajar.
     Pendidik harus mengetahui seluk-beluk belajar, faktor yang mempengaruhi, proses dan hukum-hukum yang mendasarinya agar usaha untuk mendidik anak didik dapat berjalan baik.
7. Masalah psikologi dalam bimbingan dan konseling.
     Pendidikan berusaha memberikan bantuan agar anak didik mendapatkan perkembangan yang wajar dan mampu menyeledsaikan persoalan-persoalan yang dihadapinya.
8. Individu-individu yang tidak dapat mengikuti pendidikan biasa karena kelainan yang merika miliki.
9. Pandangan yang menganggap pendidikan pada hakikatnya berlangsung sepanjang hayat (Life long education).
10. Persoalan psikologis bahan pelajaran.
     Bahan pendidikan harus mempunyai struktur dan kualitas tertentu untuk dapat menentukan proses paikologis yang terjadi pada individu.
    
2.      Psikologi Kepribadian
Mempelajari kepribadian adalah usaha untuk lebih memahami mengapa orang bertindak atau bertingkah laku seperti yang mereka buat dan bagaimana kita kelak dapat lebih memahami tingkah laku itu. Dalam psikologi, bidang kepribadian itu bertalian dengan keseluruhan individu dan perbedaan-perbedaan individual.
Studi tentang kepribadian tidak hanya mengenai suatu proses psikologi yang khusus, tetapi juga interaksi dari proses-proses yang berbeda. Pada umumnya manusia berfungsi sebagai suatu keseluruhan yang terorganisasi dan keseluruhan semacam itulah kita harus memahaminya. Jadi walaupun tidak semua tingkah laku manusia diliputi atau termasuk dalam istilah kepribadian, terdapat beberapa aspek fungsi manusia yang tidak mencerminkan dan mengungkapkan kepribadian seseorang.
Maka, jika kepribadian didevinisikan dalam kaitan dengan kegiatan-kegiatan biofisik dari organisme individu yang hidup, psiolog akan mempelajari aspek-aspek biokemis dan psikologis dari fingsi-fungsi individu dan menggunakan teknik-teknik yang tepat untuk bidang-bidang penelitian ini. Kepribadian dapat didevinisikan dalam hubungan dengan karakteristik atau sifat-sifat individu yang secara langsung dapat diamati dalam tingkah lakunya, atau dalam hubungan dengan karakteristik-karakteristik seperti proses-proses yang tak disadari yang disimpulkan dari tingkah lakunya. Dan kepribadian dapat didefinisikan hanya dalam hubungan dengan cara-cara individu berinteraksi dengan individu-individu lain atau dalam hubungan dengan peran yang diberikan seorang individu kepada dirinya sendiri dan peran yang diperoleh karena fungsinya dalam masyarakat.

3.      Psikologi Sosial
Definisi Psikologi Sosial adalah Ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku individu sebagai fungsi dari rangsang-rangsang sosial ( Social psichology is the scientific study of individual behavior as a function of social stimuli, shaw & Costanzo, 1970). Yang dimaksud dengan rangsang-rangsang sosial adalah manusia dan seluruh hasil karya manusia yang ada disekitar individu, termasuk didalamnya norma-norma, kelempok sosial dan produ-produk sosial lainya.
Ruang lingkup Psikologi Sosial ditunjukan oleh defivisi Psikologi Sosial yang telah diberikan oleh para sarjana psikologi sosial. Dalam psikologi sosial kita dapat membedakan 3 wilayah studi, yaitu:
1.      Studi tentang pengaruh sosial terhadap proses individual, misalnya: studi tentang persepsi, motivasi, proses belajar, atribusi (sifat).
2.      Studi tenteng proses-proses individual bersama, seperti bahasa, sikap sosial dan sebagainya.
3.      Studi tentang interaksi kelompok, misalnya kepemimpinan, komunikasi, hubungan kekuasaan otoriter, konformitas(keselarasan), kerja sama, persaingan, peran sosial dan sebagainya.

4.      Psikologi Belajar
Psikologi belajar baru mulai menjadi bagian dari Psikologi pada abad ke-20, walaupun sejak manusia mulai memikirkan dirinya sendiri sebagai objek penyelidikan telah ditemukan hasil-hasil pemikiran yang masih bersifat fragmentaris yang kemudian dapat digolongkan ke dalam psikologi belajar.
Belajar adalah masalah bagi setiap orang, maka tidak mengherankan kalau banyak pihak yang berusaha mempelajari dan menerangkan tentang hal yang disebut belajar itu. Kosep, prinsip, dan lain-lain informasi yang telah tersusun dalam lapangan psikologi itu akan sangat berguna untuk memahami, merangsang dan memberi arah kegiatan belajr. Oleh karena itu selayaknya hal-hal tersebut dipelajari oleh mereka yang mempunyai minat terhadap masalah belajar terutama bagi mereka yang berkecimpung dalam lembaga-lembaga pendidikan formal.

5.      Psikologi Perkembangan
Psikologi perkembangan adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari kegiatan individu manusia maupun binatang baik yang tampak maupun yang tidak tamapak secara sepintas, beserta latar belakangnya yang endogen dan eksogen. Perkembangan tidak hanya terbatas pada bertambah besarnya ukuran akan tetapi terdiri dari serentetan peubahan yang berlangsung secara progresif atau terarah kedepan, teratur, jalin-menjalin dan terarah kepada kedewasaan dan kematangan.
           
6.      Psikologi Agama
Psikologi Agama adalah cabang psikologi yang paling muda dan sampai sekarang belum mendapat tempat yang wajar.
Psikologi Agama meneliti dan menelaah tentang kehidupan beragama pada seseorang dan mempelajari berapa besar pengaruh keyakinan agama itu dalam sikap dan tingkah laku serta keadaan hidup pada umumnya. Disamping itu, Psikologi Agama juga mempelajari pula pertumbuhan dan perkembangan jiwa agama pada seseorang dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.
Lapangan penelitian Psikologi Agama adalah kesadaran agama (religious consciousness) dan pengalaman agama (religious experience) seseorang.
Kesadaran agama adalah bagian atau seri agama yang hadir dan terasa dalam pikiran sehingga mempengaruhi perilaku seseorang dan dapat diuju melalui instropeksi. Ia adalah aspek mental dan aktivitas agama.
Pengalaman agama adalah unsur perasaan dalam kesadaran agama, yaitu perasaan yang membawa kepada keyakinan yang  dihasilkan oleh tindakan amaliah.
Hal-hal yang tidak termasuk dalam penelitian Psikologi Agama adalah:
1.      Dasar-dasar atau pokok keyakinan suatu agama.
Tiap agama mempunyai pengertian yang berbeda dalam ajaran dan pokok-pokok keyakinan dalam agama tersebut, dan hal ini telah melampaui batas kemampuan penelitian ilmiah. Psikologi Agama hanya terbatas pada pengaruh perasaan dan pengalaman orang-orang yang beriman/beragama terhadap kehidupanya.
2.      Pengertian tentang akhirat.
Tiap agama mempunyai pengertian yang berbeda tentang akhirat dan apa yang akan terjadi di sana kelak. Namun psikologi agama dapat meneliti tentang pangaruh kepercayaan kepada akhirat terhadap sikap dan tingkah laku orang yang mempercayainya dalam kehidupanya sehari-hari.
3.      Pengertian tentang surga dan neraka serta hubunganya dengan dosa dan pahala.
Pahala dan surga, dosa dan neraka adalah hal yang abstrak yang tidak dapat diadakan penelitian didalamnya.
4.      Kitab suci tiap agama.
Psikologi agama tidak berwenang untuk meneliti kebenaran ayat-ayat dalam kitab suci, namun dapat meneliti pengauh ayat-ayat tersebut terhadap orang yang mempercayainya dan kelegaan batin setelah membaca atau mendengar dan mengamalkanya.
Jadi bidang penelitian Psikologi Agama adalah kesadaran dan pengalaman agama serta pengaruhnya terhadap sikap dan perilakunya dalam kehidupan sehari-hari serta terbatas pada hal-hal yang dapat diteliti secara ilmiah saja.

No comments:

Post a Comment