Tuesday, July 23, 2013

Proses Mahasiswa Menjadi Sarjana





Pendidikan Agama Islam (S. Pd. I)

A.      Causa Materialis
Sebelum seorang memasuki jenjang pendidikan perguruan tinggi yaitu tingkat mahasiswa sebutan anak didik tingkat perguruan tinggi tentunya harus melalui jenjang-jenjang pendidikan sebelumnya. Seperti bahkan mulai dari TK (Taman Kanak-kanak) terus Sekolah Dasar (SD) dilanjutkan SMP (Sekolah Menengah Pertama) sampai kepada Sekolah Menengah Atas (SMA) atau yang sederajat seperti SPG, STM, SPK, SMEA dll.
Sesuai dengan jurusan itu bagi yang sekolah kejuruan, jenjang pendidikan tersebut masih berlaku ketika saya sekolah tahun 1988, sehingga setiap jenjang pendidikan itu harus ditandai dengan sebuah ijazah. Yaitu merupakan syarat wajib yang harus dipunyai apabila akan melanjutkan ke jenjang pendidikan di atasnya. Sudah barang tentu untuk mencapai ijazah harus membereskan semua administrasi yang berlaku di jenjang pendidikan masing-masing. Seperti biaya pendidikan ke perguruan tinggi (PT), sesuai dengan yang diminati atau sesuai dengan jurusannya yang telah dilalui di jenjang pendidikan SLTAnya, misalnya SPG (Sekolah Pendidikan Guru) seperti saya harus memilih perguruan tinggi yang jurusannya pendidikan seperti IKIP, IAIN Jurusan tarbiyah itu masih model institusi perguruan tinggi yang ada jurusan-jurusannya, tapi untuk sekarang sudah mengalami perubahan-perubahan seperti STAIM (Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah) dengan jurusan PAI (Pendidikan Agama Islam) di tingkat mahasiswa ini tentunya harus mamp membiayainya dan siap mengeluarkan biaya yang banyak disamping harus aktif kalau ingin mencapai tingkat sarjana.
B.      Causa Formalis
Ketika seorang mahasiswa sudah mempunyai pilihan jurusan apa yang akan dipilih, ketika memilih jurusan PAI (Pendidikan Agama Islam) harus siap segalanya, seperti kita melihat ke diri pribadi pantas kah kita jika menjadi seorang pendidik? Jadi kita harus siap mental, karena seorang pendidik adalah amanah yang paling berat, karena tidak hanya sekedar pendidik. Tugas yang paling berat adalah adanya perubahan perkembangan norma-norma (nilai-nilai) yang mencakup kognitif, afektif dan psikomotor. Sehingga mahasiswa di jenjang inilah harus menata diri mengembangkan diri baik mentalnya, keilmuannya, disiplin ilmunya. Akhirnya sampai ke realisasinya yang harus bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Seorang mahasiswa harus mempunyai wawasan luas, harus fleksibel baik itu dimasyarakat maupun didunia sekitarnya. Mahasiswa harus mampu mengetahui perkembangan-perkembangan yang ada (berfikir kritis). Seorang mahasiswa dituntut mandiri, aktif untuk mencari referensi-referensi di samping ilmu yang dapat  dari dosen atau perkuliahan. Mahasiswa harus bisa mengoperasikan alat-alat modern / canggih seperti komputer, laptop, dll.
Jadi seorang mahasiswa itu harus aktif, kreatif dan inofatif dengan mengikuti perkembangan jaman yang semuanya itu harus dimiliki oleh seorang mahasiswa apalagi dalam perkembangan pendidikan Islam.
C.      Causa Efisien
Seorang mahasiswa akan tepat waktu, apabila seorang mahasiswa harus benar-benar aktif dan selalu mengikuti program perkuliahan yang tepat waktu dan disiplin, diantaranya tatap muka  perkuliahan harus tidak absent. Setiap mata kuliah diharuskan memiliki literature wajib dan tambahan. Selalu mengerjakan tugas dengan sungguh sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang telah ditentukan dalam perkuliahan. Disamping itu perkuliahan akan berjalan lancer dan efisien apabila tepat dalam menyelesaikan administrasi seperti pembiayaan dalam perkuliahan itu. Semester per semester dilakukan dengan tepat waktu dengan usaha mengikuti program-program perkuliahan disamping itu banyak kegiatan atau perkuliahan yang sifatnya praktek langsung dari teori-teori yang diperoleh. Kerja praktek ini diantaranya adanya PPL, PKL atau KKN, yang itu semua akan dipertanggungjawabkan dengan monakosah.
Jadi seorang mahasiswa selama perkuliahan harus eksis.
D.     Causa Finalis
Setelah semua proses pembelajaran dari pendidikan dasar menengah dan perkuliahan diperguruan tinggi semua ujian dik=ikuti, seperti PPL, PKL atau KKN dan terakhir skripsi, ujian munakosah jika lulus sudah mendapat gelar sarjana yang itu telah menjadi tujuan akhir. Setelah menjadi sarjana sesuai jurusannya yaitu dengan gelar S. Pd. I. diharapkan dapat bermanfaat didunia dan akhirat, berguna untuk keluarga, masyarakat dan untuk perkembangan pendidikan agama islam. Seorang sarjana harus berusaha menjadi contoh atau suritauladan dabik dalam kehidupan sehari-hari. Banyak ilmu dan disebarkan kepada orang lain agar bermanfaat bagi seluruh umat manusia.

Semoga bermanfaat . . . !!!

1 comment:

  1. (Srimuliani Handoyokusumo; Lolos PNS Guru di lingkungan Kemenag Berau)

    Berawal dari keinginan kuat untuk mengikuti test tertulis CPNS yang dilaksanakan oleh PEMDA Berau dimana saya tinggal, saya pun ikut berpartisipasi mengkutinya. Namun sebenarnya bukan sekedar hanya berpartisipasi tapi terlebih saya memang berkeinginan untuk menjadi seorang PNS. Waktu pun terus berjalan, karena tertanggal 5 Desember 2013 yang lalu saya pun mengikuti Test CPNS yang diselenggarakan oleh PEMDA Berau dengan harapan yang maksimal yaitu menjadi seorang PNS. Kini tanggal 18 Desember 2013, pengumuman test kelulusan tertulis itu diumumkan. Dengan sedikit rasa was-was dan bercampur tidak karuan menyelimuti pikiranku. Rasa pesimisku memang timbul, karena pengumuman yang di informasikan adalah tertanggal 11 Desember 2013 namun di undur tanggal 18 Desember 2013. Dengan mengucapkan BISMILLAH, aku pun masuk ke halaman kantor BKD untuk melihat hasil pengumuman test tertulis CPNS. Dan Syukur Alhamdulillah saya pun LULUS diurutan ke 3 dari 1 formasi yang aku ikuti di Kabupaten Berau Kalimantan Timur. Dan berikut peringkat screen shoot yang saya jepret menggunakan Ponsel kesayangku.

    Puji Syukur tak henti-hentinya aku panjatkan ke Hadirat Allah SWT, atas rezeki yang diberikan kepadaku. Semua hasil ini saya ucapkan terimakasih kepada :

    1. ALLAH SWT; karena KepadaNya kita mengemis dan memohon.

    2. Suami dan Anak [DikMa]; Dukungan Do’anya sangat berharga dalam pencapaian saat ini.

    3. Orang Tua, Saudara-saudaraku; Tetap mensupport aku selama 3 bulan terakhir ini, terimakasih Mama, terima kasih Kakak Perempuan ku, terima kasih Kakak Laki-laki ku tak terlepas juga buat teman-temanku terimakasih semuanya.

    4. Terimakasih untuk khususnya Bpk.IR.AGUS SUTIADI M.SI beliau selaku petinggi BKN PUSAT,dan dialah membantu kelulusan saya selama ini,alhamdulillah SK saya tahun ini bisa keluar.anda ingin LULUS seperti saya silahkan anda hubungi nomor bpk IR.AGUS SUTIADI M.SI,0852-3687-2555.

    ReplyDelete