Tuesday, June 25, 2013

Doa ketika Beranjak ke Tempat Tidur



بسم الله الرحمن الرحيم
915/1205. Dari Hudzaifah berkata,

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَنَامَ قَالَ بِاسْمِكَ اَللَّهُمَّ أَمُوْتُ وَأَحْيَا وَإِذَا اسْتَيْقَظَ مِنْ مَنَامِهِ قَالَ اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرُ

"Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bila hendak tidur maka membaca, 'Dengan Nama-Mu ya Allah, Soya mati dan hidup." (Bismika Allahu Amuutu wa Ahya) Apabila bangun dari tidur maka membaca, 'Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami dan kepada-Nya tempat kembali.'" (Al Hamdulillahil-Ladzi Ahyaanaa Ba'da Maa Amaatanaa wa Ilahin-Nusyuur). 

Shahih. Di dalam kitab Ash-Shahihah (2754). Mukhtasharus-Syamail (217). [Bukhari, 97- Kitab At-Tauhid, 13- Bab As-Su’al bi Asma’illaahi Ta'ala wal isti'adzah biha].1
916/1206. Dari Anas berkata,
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ قَالَ اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِي أَطْعَمَنَا وَسَقَانَا وَكَفَانَا وَآوَانَا كَمْ مِمَّنْ لاَ كَافِي لَهُ وَلاَ مُؤْوِي

"Adalah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bila beranjak ke tempat tidurnya membaca, 'Segala puji bagi Allah yang telah memberi makan, mencukupkan dan memberi naungan kepada kami. Berapa banyak orang yang tidak mempunyai yang mencukupi dan melindunginya!"

Shahih, di dalam kitab Mukhtasharusy-Syama’il (219). [Muslim, 48- Kitab Adz-Dzikru wad-Dua'u wat-Taubatu wal Istighfar, hadits 64].2
917/1207. Dari Jabir berkata,
كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لاَ يَنَامُ حَتَّى يَقْرَأُ أَلَمْ تَنْزِيْلُ [السجَدَةُ/۱٢٠۹] وَتَبَارَك َالَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ قَالَ أَبُو الزُبَيْرِ فَهُمَا يُفَضِّلاَنِ كُلِّ سُوْرَةٍ فِي الْقُرْآنِ بِسَبْعِيْنَ حَسَنَةً وَمَنْ قَرَأْهُمَا كَتَبَ لَهُ بِهِمَا سَبْعُوْنَ حَسَنَةً وَرَفَعَ بِهِمَا لَهُ سَبْعُوْنَ دَرَجَةً وَحَطَ بِهِمَا عَنْهُ سَبْعُوْنَ خَطِيْئَةُ

"Nabi Shalallahu 'alaihi wasallam tidak tidur hingga membaca (Alif laam miim tanziil) [Qs. As-Sajdah/1209], dan [Tabarakal-Ladzi biyadihil Mulku]."

Shahih lighairihi, di dalam kitab Ash-Shahihah (575). [Tirmidzi, 42- Kitab Tsawabul Qur^an, 9- Bab Ma Ja^afi Fadhli Suratil Mulki].


Abu Zubair berkata, "Keduanya mempunyai keutamaan tujuh puluh kebaikan di banding setiap surah dalam Al Qur'an. Barang siapa membaca keduanya, maka akan dicatat baginya tujuh puluh kebaikan, ditinggikan tujuh puluh derajat dengan keduanya, serta digugurkan dua kesalahan darinya dengan kedua surah tersebut."

Shahih dari perkataan Abu Zubair, dengan periwayatan hadits maqthu' mauquf.
918/1208. Abdullah (Ibnu Mas'ud) berkata,
النوم عند الذكر من الشيطان ان شئتم فجربوا إذا أخذ أحدكم مضجعه وأراد أن ينام فليذكر الله عز وجل

"Tidur ketika ingat syetan, bila engkau ingin maka cobalah (amalan ini). Bila seseorang dari kalian hendak berbaring dan hendak tidur, maka hendaklah ia mengingat Allah 'Azza wa Jalla."

Shahih mauquf.


919/1212. Dari Abu Hurairah berkata,

كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ : إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ اَللَّهُمَّ رَبَّ السَّماَوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَرَبَّ كُلَّ شَيْءٍ فَالِقَ الْحَبِّ وَالنَّوَى مُنَزَّلَ التَّوْرَاةِ وَاْلإِنْجِيْلِ وَالْقُرْآنِ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ كُلِّ ذِي شَرِّ أَنْتَ آخِذَ بِنَاصِيَتِهِ أَنْتَ اْلأَوَّلُ فَلَيْسَ قَبْلَكَ شَيْءٌ وَأَنْتَ اْلآخِرُ فَلَيْسَ بَعْدَكَ شَيْءٌ وَأَنْتَ الظَّاهِرُ فَلَيْسَ فَوْقَكَ شَيْءٌ وَأَنْتَ البَاطِنُ فَلَيْسَ دُوْنَكَ شَيْءٌ اقْضِ عَنِّي الدَّيْنَ وَأَغْنِنِي مِنَ الْفَقْرِ

"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bila beranjak ke tempat tidurnya berdoa, 'Ya Allah, Tuhan langit dan bumi dan Tuhan segala sesuatu yang merekahkan biji-bijian, yang menurunkan Taurat, Injil, dan Al Qur'an, aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan setiap pembawa kejahatan yang Engkau genggam ubun-ubunnya (yang Engkau menguasainya), Engkaulah yang Pertama, tidak ada sesuatu sebelum Engkau. Engkau Maha Akhir, tidak ada sesuatu setelah-Mu, Engkaulah Ad-Dhahir (Yang Nampak) tidak ada sesuatu di atas-Mu dan Engkau Al Bathin (Yang Tersembunyi), tidak ada sesuatu di bawah-Mu, tunaikanlah hutangku, dan cukupkanlah aku dari kefakiran."

Shahih, di dalam kitab Takhrijul Kalim (40). [Muslim, 48- Kitab Adz-Dzikru wad-Dua’u wat-Taubah wal Istighfar, hadits 61].3


___________
1      Lebih baik lagi kalau dinisbatkan pada kitab "Da'awaat" pada "As-Shahih" (6312), karena di sittu dengan sanadnya di sini dan matannya, sedangkan di kitab "Tauhid" (7394) dengan lafadh "Dan bila berada di pagi hari membaca: Alhamdulillah     " dan seterusnya.
2      Aku katakan: Dishahihkan Tirmidzi (3393) dan Ibnu Hibban (7/427-428)
3      Kukatakan: dalam riwayamya bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan Fatimah radhiyallahu 'anha untuk membaca doa ini, tapi di dalamnya tidak ada kata "Al Firasy" (tempat tidur), demikian juga diriwayatkan Ibnu Hibban (962-A1 Ihsaari). Ini sesuatu yang Iain dengan hadits kitab tersebut, maka janganlah perkara ini menjadi rancu bagi seseorang, sebagaimana terjadi pada pentakliq (Mua'lliq) atas Al Ihsaan (3/246 - cetakan Muassasah). la telah menisbatkan riwayat Ibnu Hibban ini -yang ada permasalahan- pada kitab tersebut!



Keutamaan Berdoa ketika Tidur




920/1213. Dari Al Barra' bin' Azib berkata.

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إِذَا أَوَى إِلىَ فِرَاشِهِ نَامَ عَلَى شِقِّهِ اْلأَيْمَنِ ثُمَّ قَالَ اَللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ نَفْسِي إِلَيْكَ وَوَجَّهْتُ بِوَجْهِي إِلَيْكَ وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِي إِلَيْكَ رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ لاَ مَنْجَا وَلاَ مَلْجَأَ مِنْكَ إِلاَّ إِلَيْكَ آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتُ وَنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتُ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ قَالَهُنَّ ثُمَّ مَاتَ تَحْتَ لَيْلَتِهِ مَاتَ عَلَى الْفِطْرَةِ

"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bila beranjak ke tempat tidur, beliau tidur pada sisi kanannya, kemudian mengucapkan, 'Ya Allah, aku serahkan diriku kepada-Mu, aku hadapkan wajahku kepada-Mu, aku serahkan perkaraku kepada-Mu, dan aku memohon perlindungan punggungku kepada-Mu dengan penuh pengharapan dan keprihatinan pada-Mu. Tidak ada tempat kembali dan tempat bernaung darimu kecuali kepada-Mu. Aku beriman pada kitab-Mu yang Engkau turunkan, dan Nabi-Mu yang Engkau utus.' (Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda), 'Barang siapa membacanya dan meninggal pada malum harinya, maka ia meninggal dalam keadaan fitrah."'

Shahih, di dalam kitab Ash-Shahihah (2889). [Bukhari, 4-Kitab Al Wudhu', 75 - Bab Fadhlu Man Bata 'ala Wudhuin. Muslim, 48- Kitab Adz-Dzikru wad-Duau wat-Taubatu wal Istighjar, hadits 56,57,58].1

___________________
1 Kukatakan: perlu pengkajian, karena Muslim tidak meriwayatkan hadits tersebut dari perbuatan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Ia hanya meriwayatkan dari perkataan dan perintahnya. Bukhari juga meriwayatkannya di Ad-Da'awaah, sebagian orang yang menisbatkan taliq-ta'liqnya kepada sekelompok ulama!, telah mengingkari riwayamya ini dalam cetakan baru kitab Riyadhush-Shalihin sebagaimana ia telah mencoreng ta'liq-taliq-ku (komentarku) yang lebih terdahulu. Ia juga telah menulis mukaddimah yang penuh dengan celaan dan kedustaan. Wallahul musta'aan.


Meletakkan Tangan di Bawah Pipinya



921/1215. Dari Barra' berkata,

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَنَامُ وَضَعَ يَدَهُ تَحْتَ خَدِّهِ اْلأَيْمَنِ وَيَقُوْلُ اَللَّهُمَّ قِنِي عَذَابِكَ يَوْمَ تَبْعَثُ عِبَادَكَ

"Nabi shallallahu 'alahi wasallam bila hendak tidur meletakkan tangannya di bawah pipi kanannya, dan berdoa, 'Ya Allah, peliharalah aku dari adzab-Mu pada hari dimana Engkau bangkitkan hamba-hamba-Mu'."229
Shahih, di dalam kitab Ash-Shahihah (2754). [Tirmidzi, 45- Kitab Ad-Da'awah, 81- Bab Minhu Haddatsana Ibnu Abu Amru. Ibnu Majah, 34- Kitab Ad-Dua’u, 15- Bab Ma Yad'u Idzaa Awa ila Firasyihi, Hadits 3877].

_____________
1      Kukatakan: adapun tambahan (tiga kali) itu mungkar dan syadz, walaupun telah dishahihkan Al Hafizh Ibnu Hajar dan sebagian orang sekarang bertaqlid kepadanya, sebagaimana yang aku terangkan dalam sumber di atas.

Dari Abdullah bin Amru, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
خلتان لا يحصيهما رجل مسلم إلا دخل الجنة وهما يسير ومن يعمل بهما قليل قيل وما هما يا رسول الله قال يكبر أحدكم في دبر كل صلاة عشرا ويحمد عشرا ويسبح عشرا فذلك خمسون ومائة على اللسان وألف وخمسمائة في الميزان فرأيت النبي صلى الله عليه وسلم يعدهن بيده وإذا أوى إلى فراشه سبحه وحمده وكبره فتلك مائة على اللسان وألف في الميزان فأيكم يعمل في اليوم والليلة ألفين وخمسمائة سيئة قيل يا رسول الله كيف لا يحصيهما قال يأتي أحدكم الشيطان في صلاته فيذكره حاجة كذا وكذا فلا يذكره

"Dua hal yang bila dihitung1 seorang muslim pasti masuk surga, dan keduanya itu hal yang ringan namun yang mengerjakannya sedikit." Ditanyakan, "Apa keduanya wahai Rasulullah?," Rasulullah menjawab, "Seseorang di antara kalian bertakbir sepuluh kali setiap selesai shalat, bertahmid sepuluh kali dan bertasbih sepuluh kali, itu adalah seratus lima puluh pada lidah, dan seribu lima ratus pada timbangan (Miizaan)."
Lalu Saya melihat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menghitungnya dengan tangannya.2
"Bila beranjak ke tempat tidur, beliau bertasbih, bertahmid, dan bertakbir,3 sebanyak seratus kali pada lisan, dan seribu dalam timbangan. Siapakah di antara kalian yang mengerjakan dua ribu lima ratus kejelekan dalam sehari semalam? Ditanyakan, "Wahai Rasulullah! bagaimana ia tidak menghitung keduanya?" beliau bersabda, "Syetan datang kepada seseorang di antara kalian dalam shalatnya, lalu ia mengingatkan kebutuhan ini dan itu, maka dia tidak berzikir mengingatnya."4
Shahih, di dalam kitab Takhriijul Kalim (112), Takhrijul Misykah (2406). Shahih Abu Daud (1346). [Abu Daud, kitab Al Adab, Bab At-Tasbih 'indan-Naum, hadits (5060). Tirmidzi, 45- kitab Ad-Da'awah, 25-Bab Minhu, Haddatsana Ahmad bin Mani].

_______________________
1      Artinya: mengamalkan keduanya, maksudnya terus atau istiqamah setiap setelah shalat wajib.
2      Yaitu dengan tangan kanan, sebagaimana dalam riwayat Abu Daud (1502) dan orang-orang sekarang yang masih pemula dalam ilmu ini menyangka bahwa itu adalah tambahan yang dijejalkan dari Syaikh Abu Daud: Muhammad bin Qudamah -itu karena kebodohanya-. Juga itu adalah tambahan yang menafsirkan riwayat "Biyadihi" (dengan tangannya), yang sesuai dengan keagungan dzikir kepada Allah dan Tasbih, seperti yang ditunjukkan oleh perkataan Aisyah Radliyallahu Anha : "Adalah tangan Rasul Shallallahu Alaihi wa Sallam yang kanan untuk (hal-hal berkaitan) bersuci dan makannya Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam sedangkan tangan kirinya untuk hajat dan yang kotor." Diriwayatkan oleh Abu Dawud dengan sanad yang shahih (Shahih Abu Dawud : 26). Dan seorang yang cerdik tidak ragu-ragu bahwa tangan kanan lebih berhak untuk bertasbih daripada makanan, tapi tidak boleh disamakan dengan " Apa-apa yang kotor" ! Ini sudah terang dan jelas Insya Allah, intinya barang siapa yang bertasbih dengan tangan kirinya sungguh ia telah durhaka, dan barang siapa yang bertasbih dengan dua tangan bersama-sama sebagaimana yang dilakukan oleh kebanyakan orang, sungguh mereka (telah mencampur aduk amal shalih dengan yang jelek, semoga saja Allah memberi taubat kepada mereka) dan barang siapa yang mengkhususkan dengan tangan kanan, sungguh ia telah mendapat petunjuk dan beramal dengan sunnah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.
3      Yaitu semuanya berjumlah 33 kali kecuali takbir dengan 34 kali seperti dalam riwayat Abu Dawud dan lainnya. Itulah seratus yang ada pada lisan.
4      Yaitu syetan membuatnya lalai dari dzikir setelah shalat. Adapun dalam hal ketika seseorang hendak tidur, maka syetan mendatanginya dan menidurkannya, sebagaimana dalam riwayat Ibnu Hibban.


Bila Bangkit dari Tempat Tidur, lalu Kembali Lagi Hendaklah Ia Membersihkan Tempat Tidurnya


923/1217. Dari Abu Hurairah, berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
إذا أوى أحدكم إلى فراشه فليأخذ داخلة إزاره فلينفض بها فراشه وليسم الله فإنه لا يعلم ما خلفه بعده على فراشه فإذا أراد أن يضطجع فليضطجع على شقه الأيمن وليقل سبحانك ربي بك وضعت جنبي وبك أرفعه ان أمسكت نفسي فاغفر لها وإن أرسلتها فاحفظها بما تحفظ به عبادك الصالحين

'Bila seseorang beranjak ke tempat tidurnya hendaklah ia mengambil bagian kainnya untuk membersihkan tempat tidurnya, dan hendaknya ia menyebut noma Allah, karena ia tidak mengetahui apa yang ia tinggalkan setelah itu pada tempat tidurnya. Apabila ia hendak berbaring hendaklah berbaring pada sisi kanannya dan hendaklah membaca, "Maha suci engkau wahai Tuhanku, dengan-Mu (dalam riwayat lain, dengan nama-Mu/1210) aku merebahkan lambungku, dan dengan-Mu jugalah aku mengangkamya. Bila engkau merenggut jiwaku maka ampunilah diriku, dan bila Engkau biarkannya hidup maka jagalah ia, sebagaimana Engkau menjaga hamba-hamba-Mu yang shalih."'"

Shahih, di dalam kitab Al Kalimuth-Thayyib (34). [Bukhari, 80-kitab Ad Da'awah, 13- bab Haddatsanaa Ahmad bin Yunus. Muslim, 48-kitab Adz-Dzikru wad-Dua^u, hadits 64].1


_________________
1    Kukatakan: Lafazhnya pada Muslim sama persis, kecuali ia berucap, "Subhaanaka Allahumma Rabbi" (Maha Suci Engkau Ya Allah, Tuhanku). Ada juga di Shahih lbnu Hibban (5509) dengan lafazh seperti di kitab dan pada muallif di Ash-Shahih tidak terdapat perintah berbaring dengan sisi sebelah kanan itu ada pada Ibnu Hibban dalam suatu riwayat (5510) dan muallif dalam suatu riwayamya di As-Shahihnya (7393) menambahkan: "Maka hendaklah ia mengibaskan tempat tidurnya (untuk membersihkan)."
      Itu ada pada Tirmidzi (3398) dengan tambahan lain di akhirnya. Syaikhul Islam menisbatkannya pada Muttafaq Alaihi, dan ini diantara kesalahannya yang aku cantumkan dalam Ta'liq atas AI Kalimuth-Thayyib, dan diriwayatkan Ahmad (2/295,432, 432,433) dengan sedikit diringkas.


Bacaan ketika Bangun Pada Malam Hari
 924/1218. Dari Rabi'ah bin Ka'ab, berkata,
كنت أبيت عند باب النبي صلى الله عليه وسلم فأعطيه وضوءه قال فأسمعه الهوي من الليل يقول سمع الله لمن حمده وأسمعه الهوي من الليل يقول الحمد لله رب العالمي

"Aku bermalam di depan pintu Nabi shallallahu 'alaihi joasallam lalu aku bawakan untuknya air wudhu." Dia berkata, "Lalu aku memperdengarkannya seseorang yang bangun tengah malam mengucapkan, 'Sami'allaahu liman hamidah' (Allah mendengar orang yang memujinya). Lalu aku memperdengarkannya orang yang bangun tengah malam mengucapkan, ' Alhamdulillaahi rabbil 'aalamiin.'" (Segala puji hanya bagi AllahTuhan semesta alam).

Shahih, di dalam kitab Shahih Abu Baud (1193). [Tirmidzi, 45-kitab Ad Da'awah, 27- Bab Minhu, Haddatsanaa Ishaq bin Manshur].1




____________
1        Aku katakan: Jailani menisbatkannya pada muslim juga, tapi ini salah. Hadits yang ada padanya adalah (2/52) hadits lain.

Mematikan Lentera (Lampu)

927/1221. Dari Jabir bin Abdullah, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
أغلقوا الأبواب وأوكئوا السقاء وأكفئوا الإناء وخمروا الإناء وأطفئوا المصباح فإن الشيطان لا يفتح غلقا ولا يحل وكاء ولا يكشف إناء وان الفويسقة تضرم على الناس بيتهم

"Tutuplah pintu, ikatlah kendi Air, balikkan dan tutuplah bejana, serta matikanlah lentera, karena syetan tidak membuka yang terkunci, tidak melepaskan ikatan, dan tidak membuka bejana. Sesungguhnya tikus cepat sekali menyebabkan api menyala di rumah manusia."

Shahih, di dalam kitab Al Irwa (39). [Al Bukhari, 29- Kitab Bad'ul Halqi, 16- Bab Khamsun minad-Dawab Fawasaqa Yaqtulna fil Haram. Muslim, 36- Kitab Al Asyribah, hadits 96,97].
928/1222. Dari Ibnu Abbas berkata,
جاءت فأرة فأخذت تجر الفتيلة فذهبت الجارية تزجرها فقال النبي صلى الله عليه وسلم : دعيها فجاءت بها فألقتها على الخمرة التي كان قاعدا عليها فاحترق منها مثل موضع درهم فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا نمتم فأطفئوا سرجكم فان الشيطان يدل مثل هذه فتحرقكم

"Datang seekor tikus lalu menyeret sumbu, maka Jariyah (pelayan perempuan) mengejarnya Rasulullah bersabda, 'Biarkan dia! Lalu ia pun (jariyah) menjinjingnya, lalu dilemparkan pada tikar kecil yang Rasul duduki, lalu terbakar selebar tempat dirham. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, 'Bila kalian tidur maka matikanlah lampumu, karena syetan menyuruh dengan hal demikian, maka membuat kalian terbakar."

Shahih, di dalam kitab Ash-Shahihah (1426). [Abu Daud, 40-Kitab Al Adah, 161- Bab^i Ithfa'in-Nari bil-Lail, hadits 5247].

Semoga bermanfaat . . . !

No comments:

Post a Comment